digital marketing untuk perkembangan usaha

Kepuasan Konsumen Akan Berkurang Jika…

Menjaga kepuasan konsumen adalah suatu keharusan yang tidak boleh diabaikan jika tak ingin ditinggalkan oleh konsumen. Apabila kepuasaan konsumen menurun, secara otomatis penjualan akan berkurang dan lama kelamaan perusahaan akan mandek dan bangkrut. Maka dari itu, pebisnis harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk menjaga dan meningkatkan kepuasaan konsumen. Anyway, apakah Anda seorang pengusaha? Jika iya, apakah Anda tahu hal-hal apa saja yang membuat kepuasaan konsumen berkurang? Temukan jawabannya di bawah ini:

Kualitas produk menurun

Pengurangan atau pergantian bahan-bahan dasar untuk membuat produk sebenarnya tidak begitu dianjurkan kecuali ingin membuat produk yang baru. Mengapa? Hal tersebut dapat membuat kualitas produk menurun dan tidak sama seperti produk sebelumnya. Konsumen yang menyukai produk sebelumnya tentu akan mudah menyadari adanya perubahan kualitas yang membuat mereka pada akhirnya beralih ke produk lain. Sebagai contoh, jika Anda menjalankan bisnis kuliner, mengubah atau mengurangi bumbu-bumbu masakan akan mengurangi cita rasa produk sehingga konsumen yang tadinya mencintai produk, justru akhirnya membenci produk karena perubahan rasa pada makanan. Begitu juga kiranya, jika Anda berbisnis pakaian, bahan yang sebelumnya berkualitas baik, setelah diadakan pengurangan atau pergantian, bahan pakaian bisa saja menjadi buruk sehingga konsumen mengurungkan niat mereka untuk membeli pakaian tersebut.

Layanan yang diberikan tidak sopan

Dalam situasi apapun juga, layanan terhadap konsumen harus sopan dan santun. Sayangnya, karena suasana hati sedang tidak baik, sejumlah pengusaha tidak dapat melayani konsumen dengan maksimal. Mereka terkesan tidak ramah dan tidak begitu peduli dengan konsumen mereka. Hal ini akan membuat konsumen kecewa dan kepuasan mereka pun akan berkurang karenanya. Selain itu, ada juga sejumlah pebisnis yang pilih kasih terhadap pembeli. Mereka cenderung melayani konsumen tidak sopan jika hanya membeli satu atau dua produk saja. Sementara itu, konsumen yang membeli dalam jumlah besar, mereka akan melayaninya bak raja. Apa yang mereka lakukan ini jelas suatu kesalahan yang dapat membawa dampak buruk bagi kepuasaan konsumen. Untuk itu, sangat disarankan untuk melayani semua konsumen dengan sopan walaupun sedang dalam mood yang buruk atau konsumen hanya membeli satu produk saja.

Komplain tidak ditanggapi dengan baik dan benar

Sudah menjadi hak pembeli untuk mengomplain penjual jika produk atau layanan yang mereka dapatkan tidak sesuai harapan dan tidak memuaskan. Masalah utamanya bukan komplain ini saja tapi bagaimana cara penjual atau produsen produk menanggapi keluhan tersebut. Jika mereka mengabaikannya atau memberikan respon yang tidak sesuai harapan pembeli, rasa kesal dan kecewa tentu akan dirasakan oleh si pembeli. Alhasil, mereka pun akan menganggap bahwa perusahaan tidak profesional atau abal-abal. Lambat laun, mereka akan ditinggal oleh semua konsumen mereka karena kesalahan mereka sendiri. Untuk menghindari hal ini, dianjurkan untuk tidak mengabaikan komplain apapun alasannya. Misalnya, jika komplain disampaikan dengan kata-kata kasar, tanggapi dengan kata-kata yang halus dan baik agar konsumen tidak semakin emosi dan pastikan bahwa penjelasan atau solusi yang diberikan dapat menyelesaikan permasalahan.

Perusahaan berurusan dengan pihak berwajib

Nama baik perusahaan yang sudah tercoreng akan membawa dampak besar terhadap citra perusahaan di mata publik. Para konsumen tentu akan berpikir dua kali untuk membeli dan menggunakan produk dari perusahaan yang sudah buruk di mata banyak orang. Hal ini pula yang melandasi mereka untuk meninggalkan perusahaan tersebut dan beralih ke tempat lain. Ya, kepuasaan mereka menurun karena takut terjadi apa-apa bila berurusan dengan perusahaan yang sudah tercoreng nama baiknya. Maka dari itu, sebisa mungkin jalankan perusahaan dengan jujur dan amanah agar resiko berurusan dengan pihak berwajib bisa diminimalisir.